Rabu, 26 Oktober 2022

Koneksi Antar Materi Modul 3.1.a.8

 

1.      Bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin? 

Ki hajar dewantara didalam filosofinya Pratap Triloka menyatakan “Ing Ngarso Sung Thulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, dan Tut Wuri Handayani yang mengandung makna Ing Ngarso Sung Tulodo artinya menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan bagi lingkungan sekitarnya. Ing Madyo Mbangun Karso, artinya seseorang peorang pemimpin ditengah orang-orang yang dipimpinya harus mampu membangkitkan atau menggugah semangat. Tut Wuri Handayani, seseorang pemimpin dibelakang harus memberikan dorongan moral dan motivasi yang kuat untuk menggerakan lingkungannya.

2.    Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita akan menjadi penentu kebiajakan apa yang menjadi dasar pengambilan keputusan kita. Karena sejatinya manusia berfikir berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang dilalu sepanjang hidupnya. Itulah mengapa nilai-nilai keyakinan yang tertanam kuat didiri manusia akan menjadi dasar prinsip-prinsi yang diambil dapam pengambilan keputusan 

2.   Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil? Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada sebelumnya. 

Bimbingan yang telah diberikan oleh pengajar praktik dan fasilitator melalui proses coaching sangat membantu saya berlatih mengevaluasi keputusan yang telah saya ambil. Apakah keputusan tersebut sudah berpihak kepada murid, sudah sejalan dengan nilai-nilai kebajikan universal, tidak melanggar peraturan/norma, berdampak positif bagi orang banyak, memiliki pengaruh jangka panjang dan apakah keputusan yang saya ambil tersebut akan dapat saya pertanggung jawabkan.  Selama proses coaching, fasilitator menerapkan prinsip-prinsip coaching. Mendampingi CGP dalam menerapkan 4 paradigma dilema, 3 prinsip penyelesaian dilema, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan dengan mengedepankan komunikasi asertif. Fasilitator bertindak sebagai mitra yang memberdayakan CGP melalui pertanyaan-pertanyaan terbuka, reflektif, dan mendalam sehingga CGP dapat menggunakan potensi, pengetahuan, dan pengalamannya dengan optimal dalam melakukan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.

4.    Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika?

Ketika Seorang guru memiliki kepekaan sosial emosionalnya dan mampu untuk menyaari dan mengelola hal tersebut tentu saja akan memberikan dampak yang baik pengambilan keputusan terutama yag terkait dengan dilema etika karena emosi yang negative mungkin akan mengarah epada keputusan yang negative begitu pula sebaliknya.

 

5.    Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?

      Dalam menghadapi suatu kasus, manusia cenderung membuat pertimbangan dan keputusan berdasarkan kepada nilai-nilai yang dianutnya, hal ini pun terkait dengan permasalahan moral dan etika. Untuk itu sangat penting bagi seorang guru menerapkan nila-nilai kebajikan universal.

6.    Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Pengambilan keputusan yang tepat tentunya akan berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman. Hal ini dikarenakan pertimbangan pengambilan keputusan yang lahir dengan memperhatikan kebaikan bagi sekitar akan membuat lingkungan pun merasakan kebaikan tersebut.

 

7.    Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda? 

Tantangan yang mungkin saya temukan di lingkungan adalah ketika kita ingin merubah paradigma negatif yang sudah membudaya di lingkungan. Ketika sesuatu ha negative sudah membudaya dan menjadi kebiasaan tentunya sulit bagi lingkungan tersebut untuk berubah kearah yang positif karena menganggap hal yang negative tersebut merupakan hal yang lumrah. Untuk itu akan sulit membangun komunitas yang mempunyai budaya positif jika tidak segera ditanggulangi permasalahn tersebut.

8.    Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?

Pengambilan keputusan yang dilakukan tentu akan mempengaruhi pola pengajaran yang kita lakukan terhadap murid. Pada konteks merdeka belajar, proses pembelajaran yang dilakukan adalah yang berpihak pada murid. Karena itu keputusan yang diambil sebagai bentuk proses dalam menuntun murid untuk merdeka, tumbuh dan berkembang sesuai dengan kodrat alam, zaman, potensi dan bakat yang dimilikinya. Guru bisa menggunakan pembelajaran berdiferensiasi untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik yang memiliki perbedaan.

 

9.   Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya? 

      Pemimpin pembelajaran ketika mengambil keputusan apapun pastinya akan mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya hal ini dikarenakan setiap keputusan yang menjadi kebijakan dari pemimpin pembelajaran akan dijalani dan dialami oleh murid-muridnya

10. Apakah kesimpulan akhir  yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

ü  Kaitan dengan modul 1.1 yaitu dalam mengambil keputusan guru harus menerapkan filosofi Ki hadjar Dewantara, yakni Ing Ngarso Sung Tulodho (Seorang pemimpin harus mampu memberi tauladan), Ing Madya Mangunkarsa (Seorang pemimpin juga harus mampu memberikan dorongan, semangat dan motivasi dari tengah) , Tut Wuri handayani (Seorang pemimpin harus mampu memberi dorongan dari belakang). Sehingga sesuai denga tugasnya sebagai seorang penuntun murid sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya, guru sebagai pemimpin pembelajaran harus mampu memberikan teladan dan memberikan semangat dan motivasi, serta memberikan dorongan untuk murid-muridnya.

ü  Kaitan dengan modul 1.2 yaitu Salah satu nilai guru penggerak adalah berorientasi pada murid. Hal tersebut sejalan dengan dasar pengambilan keputusan seorang pemimpin yang salah satunya adalah berorientasi pada murid. Ketika seorang guru telah menyadari nilai yang ada pada dirinya tersebut maka keputusan yang diambil akan didasarkan pada kepentingan murid terutama dampaknya di masa depan atau jangka panjang.

ü  Kaitan dengan modul 1.3 yaitu bagaimana Proses pengambilan keputusan dapat mewujudan Visi dan Misi sekolah sehingga bisa menciptakan Budaya Positif di sekolah.

ü  Kaitan dengan modul 2.1 yaitu ketepatan guru sebagai pemimpin pembelajaran yang dapat menentukan pembelajaran berdiferensiasi yang tepat agar dapat memenuhi kebutuhan belajar siswa yang berbeda-beda dan menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan.

ü  Kaitan dengan modul 2.2 yaitu Kompetensi sosial dan emosional harus dimiliki guru sebagai pemimpin pembelajaran. Sehinga keputusan yang diambil tidak berdasarkan pada emosi sesaat dan pemikiran yang tidak jernih. Melalui kompetensi sosial dan emosional, guru dapat mengambil keputusan dengan tepat, tenang, dan dengan pemikiran yang jernih dan terbuka.

ü  Kaitan dengan modul 2.3 yaitu sebagai pemimpin pembelajaran dengan adanya pengetahuan tentang paradigma, penentuan prinsip serta 9 Langkah pengujian, maka diharapkan guru atau kepala sekolah sebagai coach dapat membantu coachee untuk mencari solusi terhadap masalahnya sendiri dan menuntun dalam pengambilan keputusan yang terbaik.

 

11.  Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan? 

      Bererdasarkan apa yang sudah saya pelajari di modul 3.1 saya mendapatkan pencerahan mengenai pengambilan keputusan berdasarkan nilai-nilai kebajikan. Sebelum mempelajari hal ini saya menganggap pengambilan keputusan itu hanya dapat dilakukan pemimpin berdasarkan pengalaman dalam memimpin, tetapi setelah mempelajari modul 3.1 ini saya jadi memahami bahwa dalam mengambil sebuah keputusan adalah dengan mengetahui apakah permasalahan yang terjadi termasuk dilema etika atau bujukan moral. Setelah mengetahui bahwa peermasalahan tersebut adalah dilema etika, maka saya dapat menerapkan 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Hal diluar dugaan setelah saya mempelajari modul 3.1 bahwa tidak selamanya permasalahan yang terjadi itu adalah permasalahan benar dan salah, tetapi ada juga permasalahan yang timbul berdasarkan benar lawan benar sesuai dengan nilai-nilai kebajikan yang diyakini.

4 Paradigma dilema etika yang bisa dikategorikan seperti di bawah ini:

     Individu lawan masyarakat (individual vs community)

     Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)

     Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)

     Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)

Setelah mengidentifikasi paradigma dilema etika yang sesuai pada suatu kasus, selanjutnya kita menetapkan landasan pemikiran kita dalam mengambil keputusan, berdasarkan pada 3 prinsip, yaitu :

     Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)

     Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)

     Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)  

Terakhir, saatnya mengambil keputusan. Untuk memandu kita dalam mengambil keputusan dan menguji keputusan yang akan diambil dalam situasi dilema etika ataupun bujukan moral yang membingungkan, ada 9 langkah yang dapat kita lakukan, yaitu :

     Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan

     Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini.

     Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.

     Pengujian benar atau salah (uji legal, Uji Regulasi/Standar Profesional, uji intuisi, uji publik, Uji Panutan/Idola).

     Pengujian Paradigma Benar lawan Benar (Dari keempat paradigma dilemma etika, paradigma mana yang terjadi di situasi yang sedang Anda hadapi ini?).

     Melakukan Prinsip Resolusi (Dari 3 prinsip penyelesaian dilema, mana yang akan dipakai?).

     Investigasi Opsi Trilema (Kita perlu mencari opsi di luar dari 2 pilihan yang sudah ada).

     Buat keputusan.

     Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan

12. Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?

pernah, namun dulu saya belum memahami 9 langkah pengujian untuk menenntukkan keputusan yang terbaik.

 

13. Bagaimana dampak mempelajari konsep  ini buat Anda, perubahan  apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini? 

      Dampak yang saya rasakan adalah saya mulai mampu menganalisis permasalahan dari sudut pandang yang berbeda dengan melihat bagaimana sebuah paradigma sangat menentukan keputusan yang akan dibuat, menganalisis sendiri atau dengan kelompok, apa yang melandasi pemikiran kita dalam mengambil keputusan, serta kemampuan menguji keputusan yang akan diambil agar tidak merugikan orang lain, mampu menyelesaikan masalah, serta mendorong atau memotivasi orang lain melaksanakan hasil keputusan sebagai implementasi nilai-nilai kebajikan universal.

 

14. Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?

Mempelajari topik modul ini sangat penting, sebagai individu saya sering kali dihadapkan pada beberapa situasi dilemma etika ataupun bujukan moral. Saya berharap dengan mempelajari modul ini saya menjadi lebih bijak dalam mengambil keputusan.